Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Januari 2009

Tunjukan semangatmu hari ini ! (^-^)

Assalamualaikum teman-teman !

Alhamdulillah hari ini kita masih diberi kesempatan untuk menjalani rutinitas harian kita. Meski pagi ini tak begitu cerah dan matahari malu tuk menampakan wujudnya, tapi kita harus tetap semangat, optimis dan penuh harapan !

Kita terangi hari ini dengan senyuman kita (ciah menerangi, hehe kesannya kayak lampu pijar ya ?). Memang cuaca akhir-akhir ini enggak menentu, kadang panas terik eh tiba-tiba mendung bahkan hujan. Yah enggak nyangkal sih klu cuaca yang sedemikian rupa bikin kita males tuk ngapa-ngapain (eits, hehe ini kan kata-kata di iklan minuman isotonik itu. Hahaha, maaf2) termasuk juga bang ojek, males narik jadinya cinla banget dah : ''udah ujan, becek, enggak ada ojek padahal mesti narik cek akhirnya deh termehek-mehek'' aduh geje-nya kumat nee, haghag


Tapi terlepas dari itu semua -:back to the point nih ceritanya:-
kita masih diberi banyak nikmat oleh Allah diantaranya berupa iman, kesehatan sehingga kita dapat bangkit dari mati sementara (aduh ngeri banget ya kata-katanya). Jika kita merenung dan membandingkan kehidupan kita dengan saudara-saudara kita yang ada di palestina, kita masih belum ada apa-apanya dibanding dengan mereka. Eits jangan trenyuh dulu, kita masih bisa melakukan banyak hal untuk menolong saudara-saudara kita yang ada di palestina, tapi sebelum kita melangkah lebih jauh mari kita benahi dulu hidup kita hari ini (termasuk saya sebagai penulis).

Buanglah malasmu,
singkirkan egomu,
pupuskan sedihmu,
raihlah semangatmu hari ini !

keep strugle !
and
keep the faith !

Minggu, 28 Desember 2008

More than just a...

Menulis sepertinya menjadi suatu hal yang berat bagiku selama ini. Yang kurasakan adalah tidak ada bakat untuk menulis dalam diri ini, kepercayaan diriku seakan-akan sirna saat kuayunkan pena di atas kertas putih. Berbagai pikiran dan gagasan yang sudah terangkai dalam jaringan otak hilang dan berserakan saat jari-jariku menari di atas keyboard.
Lebih dari sekedar momentum yang kubutuhkan, untuk dapat menuangkan pikiran dan gagasanku ke dalam sebuah tulisan.

Sepertinya apa yang dikatakan oleh dosen politik yang mengajarku benar adanya. Menulis akan sangat penting bagi kehidupan kita. Aku suka caranya mengajar, dimana setiap mahasiswa diwajibkan membuat jurnal pribadi tiap minggunya. Katanya agar kemampuan menulis setiap mahasiswa berkembang. Tapi hal tersebut memang benar, meskipun kemampuan menulisku blum berkembang begitu pesat setidaknya sudah muncul ketertarikanku untuk menulis.

Aku sadar, untuk menciptakan tulisan yang berkarakter, mempunyai soul, dan dapat diterima oleh semua orang membutuhkan waktu dan proses.
So, I'll never give up ! !

Senin, 15 Desember 2008

whole damn life

Hidup memang penuh dengan segala hal yang tidak kita sukai, sesuatu yang terjadi di luar dugaan. Atau bahkan serangkaian peristiwa yang menyakitkan.

Menurutku semua itu adalah bumbu-bumbu kehidupan, yang membuat hidup lebih hidup(cie malah iklan). Oleh karena itu wajar jika manusia dihadapkan oleh masalah(Menyinggung artikel sebelumnya yang membahas tentang akal, salah satu tujuan manusia diberi akal adalah untuk menyelesaikan masalah). Tidak penting masalah apa yang sedang kita hadapi, hal yang terpenting adalah proses/bagaimana kita menyelesaikan masalah yg sedang kita alami. Kita harus percaya bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluar, seperti dijelaskan dalam al quran surat al insyira ayat 6
innama al usri yusra (sesungguhnya didalam kesulitan terdapat kemudahan).

Sebagai contoh, aku punya 1 pengalaman.
8 Desember 2008, bertepatan dengan hari raya idhul adha. Sore sekitar pukul 3, aku pulang ke semarang karena esok paginya aku harus kuliah.
Awalnya biasa-biasa saja, aku menunggu bus jurusan purwokerto-semarang di terminal Temanggung. Setelah satu jam menunggu akhirnya ada 1 bus yang datang. Namun sayang, bus itu sudah penuh terisi dan tak mungkin aku menaikinya. Karena hari sudah sore, aku putuskan untuk naik bus dua kali. Dari Secang aku menunggu bus jurusan jogja-semarang, akhirnya aku mendapatkan bus juga walaupun aku harus berdiri berdesak-desakan selama 2 jam(Saat itu aku sadar banyak bus yang libur karena bertepatan dengan hari raya idul adha). Pikirku enggak apa-apalah, daripada besok aku harus bolos kuliah.
Menjelang maghrib aku tiba di semarang, pada saat aku berjalan menuju rumah kontrakan, aku sedikit heran kenapa rumah tampak gelap. Jangan2 teman2 yang lain pulang tanpa memberi kabar kepadaku.
Ternyata benar, tidak ada orang sama sekali saat itu. Aku telepon satu persatu temanku, namun tidak ada satu pun yang tersambung. Aku bingung harus berbuat apa, hari sudah mulai gelap. Lalu aku putuskan untuk shalat terlebih dahulu, sempat terpikir di benakku minta ijin pada takmir untuk tidur di masjid. Namun belum sampai ngomong aku teringat oleh 1 teman, dan alhamdulillah setelah ku telepon nyambung dan dia pun menjemputku. Akhirnya malam itu aku menginap di kos-kosan temanku tanpa harus merasakan dinginnya angin malam (he...he).

Peristiwa itu merupakan 1 contoh kecil dari surat al insyira, jika kita mau berusaha pasti ada jalan keluar.
Don't give up and always struggle for our life !!

Kamis, 04 Desember 2008

Akal

Berfikir adalah hal yang selalu kita kerjakan setiap hari. Hampir setiap detik (selama kita dalam keadaan sadar) kita berpikir mengenai suatu hal. Ya, manusia memang sangat beruntung karena diberi akal yang menjadikan manusia berbeda dengan makhluk hidup lainnya. Dengan akal kita dapat menganalisis sesuatu yang akan sangat membantu dalam kehidupan kita.

Beberapa waktu yang lalu aku mengalami situasi dimana aku dituntut untuk berpikir dan mengambil keputusan.
Bingung, itu yang kurasakan. Namun alhamdulillah, dengan sedikit berpikir dan menganalis kejadian yang ada di sekitarku, aku dapat melewati situasi sulit tersebut.

Ada beberapa hal yang kudapat dari hal itu. Salah satunya adalah bahwa akal pikiran akan sangat berpengaruh terhadap perasaan kita.
rasa benci, cinta, senang dan bahkan depresi, bergantung pada pikiran kita.
Menurutku pikiran kita yang menciptakan perasaan-perasaan diatas. Sedangkan situasi dan kondisi merupakan perangsang timbulnya perasaan tersebut.
Sebagai contoh, perasaan cinta akan timbul jika kita sering memikirkan seseorang, dalam hal ini seseorang yang kita cintai. Depresi akan muncul ketika kita selalu memikirkan kesalahan yang kita buat atau masalah yang menimpa kita.

Hal tersebut menunjukan bahwa akal pikiran yang kita miliki sangat penting bagi kelangsungan hidup kita.

semoga artikelku kali ini, dapat memberi manfaat bagi kalian semua yang membaca. Dan semoga kita dapat menggunakan anugrah yang diberikan Allah berupa akal pikiran, dengan sebaik-baiknya.
AMIN. That's all